February 03, 2020

Uang Bukan Alasan Marco Motta Mau Gabung Persija Jakarta

Persija Jakarta resmi mendaratkan pemain belakang asal Italia, Marco Motta. Hal ini menjadi peristiwa besar untuk tim ibu kota, karena reputasi Motta yang kenyang pengalaman di Eropa.

Mantan pemain Juventus itu menghabiskan karier di negara top sepakbola, seperti Italia, Inggris (Watford), Spanyol (Almeria), dan terakhir Omonia, yang merupakan klub sepakbola dari Siprus.

Kepindahan Motta ke Persija pastinya membuat Macan Kemayoran harus merogoh kocek dalam. Namun, Motta sendiri membantah bahwa uang yang jadi alasan ia setuju gabung Persija.

“Saya datang ke sini untuk sepakbola. Tentu saja. Karena hal pertama bagi saya adalah sepakbola. Hidup saya hanya tentang sepakbola, dan keluarga,” urai Motta kepada media, Senin (3/2).

“Ini yang ada dalam pikiran saya setiap hari. Contohnya, musim lalu saya di tim lain dengan kontrak tiga tahun, tapi saya kurang nyaman karena mereka punya banyak masalah di sana,” sambungnya.

Begitu mendengar penawaran dari pihak Persija, Motta tidak banyak pertimbangan. Suasana di klub terakhirnya mendorongnya untuk segera mencari klub baru, dan Persija jadi destinasi.

“Dua tempat yang paling penting bagi saya di Jakarta hanya lapangan latihan, dan stadion. Setelah itu, jika saya punya satu-dua hari libur, saya akan bawa keluarga saya lihat hal lain. Tapi saya di sini untuk sepakbola,” urai dia.

Pemain berusia 33 tahun yang pernah memperkuat Udinese dan AS Roma itu juga menuturkan bahwa memori 2014 turut mendorongnya berkarier di Indonesia. Pada tahun itu, Motta ke Jakarta bersama Juventus, dan bermain di Stadion Gelora Bung Karno (GBK).

“Persija menghubungi saya awal Januari, dan ketika mereka menghubungi, saya langsung teringat tentang stadion [GBK] di mana saya pernah bermain lawan All Stars di 2014.”

“Setelah itu saya katakan oke, saya mau pergi. ini kesempatan bagus bagi saya karena Persija tim terbesar di Indonesia dengan salah satu kelompok suporter terbesar di dunia. Saya mau bermain dengan tekanan seperti ini, dan saya katakan yes. Saya ingin merasakan pengalaman itu.”